Kita pasti ingin mendapatkan atasan yang baik, sukses dalam
menjalin hubungan dengannya, mudah dalam berorganisasi, terbuka terhadap
kritikan dan membantu kita mencapai karier yang tinggi. Rasanya itulah
harapan yang dipancangkan semua orang ketika
dia mulai bekerja ataupun pada saat dia melamar ke perusahaan tertentu.
Pada dasarnya setiap orang selalu ingin mendapatkan yang baik-baik.
Satu
hal yang harus kita ingat dari sekarang adalah atasan juga manusia.
Nah, jika atasan
adalah manusia berarti dua tidak berbeda dengan seorang manusia biasa
ini. Hal ini sangat penting untuk diugkapkan karena atasan juga
mempunyai sifat-sifat yang manusiawi seperti kita. Jadi, jangan
memandang atasan kita terlalu tinggi dan kita terlalu merendah.
Ada empat nilai plus atasan yang tidak dimiliki bawahannya, yaitu ;
1. Atasan mempunyai kelebihan dari segi lama bekerja.
2. Mereka lebih berpengalaman
daripada bawahan.
3. Seorang atasan bekerja dengan ruang lingkup lebih luas dari staf.
4. Seorang atasan mempunyai tanggung jawab yang lebih besar daripada bawahan.
Banyak masalah-masalah yang terjadi di dunia kerja,
apalagi jika dikaitkan dengan perbedaan kondisi psikologi antara
perempuan pekerja dan laki-laki pekerja. Perempuan lebih emosional
daripada laki-laki, apalagi ada kondisi-kondisi tertentu
yang membuat perempuan labil secara emosional. Salah satunya pada saat
sindrom pramenstruasi. Wanita betul-betul komples karena itu jangan
heran jika seorang wanita dapat dengan mudah menangis jika bermasalah
dengan bosnya, seperti dia disalahkan oleh bosnya
bertubi-tubi di depan umum.
Berikut tips
menghadapi atasan ditempat kerja, karena setiap masalah pasti ada jalan
keluarnya dan tidak ada bos yang tidak bisa dihadapi. Sepanjang bos kita
masih manusia maka masih terbuka jalan untuk
mengatasi masalah tersebut.
A. Seni Mengkritik
Kritik
biasanya muncul ketika kita tidak suka dengan sesuatu. Kita merasa ada
kesenjangan yang jauh antara yang seharusnya terjadi dan apa yang
terjadi.
Kritik muncul karena ada masalah. Menurut pskiologi kognitif, masalah
terjadi karena adanya kesenjangan antara yang realitas dan gagasan. Seni
mengkritik terdiri atas :
1. Sebelum memberi kritik
Pada
dasarnya, kritik
itu boleh dan bagus dan dalam beberapa hal memang harus disampaikan
demi kebaikan diri, atasan, dan kebaikan perusahaan. Sebelum mengkritik,
kita harus berprasangka baik kepada atasan kita. Bagaimanapun juga
mereka sudah berbaik hati memberikan lapangan pekerjaan
buat kita.
2. Ketika harus mengkritik
Walaupun
kritik diperlukan, tetapi ada beberapa etika yang harus kita lakukan
dalam memberikan kritik. Kritik yang benar, tetapi jika disampaikan
dalam waktu, tempat, dan cara yang
salah bisa menjadi bumerang bagi diri si pemberi kritik. Beberapa cara
untuk mengkritik :
a. Berdoalah sebelum mengeluarkan kritik
b. The right critic at the right time
c. Jangan lakukan di depan umum
d. Mulai dengan
pujian
e. Sertai kritik dengan alasan dan solusi
f. Hindari kritik pribadi
g. Jangan terlalu sering mengkritik
h. Bekerjasamalah dan berikan jeda waktu berpikir
i. Ucapkan terima kasih dan akhiri
dengan sikap yang bersahabat
3. Wanita dan laki-laki dalam menanggapi kritik
Laki-laki
dalam membuktikan kemampuannya lewat bahasa verbal, laki-laki tidak
menyukai kritk karena itu bisa membuatnya kehilangan independensi
dan status.
Wanita cenderung lebih sensitif ketika dikritik
daripada laki-laki. Selain itu, wanita juga lebih peka perasaannya
karena itulah mereka beranggapan jika ada yang mengkritiknya berati ada
yang salah dengan kepribadaiannya. Hal ini dapat
dipahami karena wanita sangat mementingkan hubungan dan keintiman dalam
berkomunikasi. Karena itu, jika perasaanya sudah terluka mereka
membutuhkan waktu lama untuk melakukan rasa lukanya.
B. Negosiasi Gaji
Permasalahan gaji umumnya muncul karena beberapa hal berikut ini :
1. Tidak pernah ada kenaikan gaji
2. Tidak pernah ada bonus
3. Merasa bahwa kontribusi tidak diganjar dengan gaji yang setimpal
4. Gaji tidak
sesuai dengan UMR yang berlaku
5. Kenaikan gaji yang tidak merata
6. Membanding-bandingkan dengan perusahaan lain
Setiap
orang pasti ingin naik gaji karena hal itu dapat membantu mereka
mewujudkan impian-impiannya.
Kenaikan gaji dapa tmembuat para pegawai merasa termotivasi untuk
bekerja lebih baik lagi. Apalagi bagi karyawan yang memiliki banyak
tanggungan secara ekonomi, kenaikan gaji adalah berkah yang bisa
meringankan beban ekonomi keluarganya.
Tidak ada
orang yang mau bekerja jika tidak digaji. Kewajiban dan hak harus sama-sama seimbang.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan ketika akan melakukan negosiasi gaji dengan pihak perusahaan :
1. Melihat terlebih dahulu kondisi perusahaan, apakah sedang
collapse atau sedang ada peningkatan omset. Meminta kenaikan gaji ketika
perusahaan sendang collapse atau krisis keuangan sama dengan bunuh
diri.
2. Bagaimana dengan
track record kinerja kita selam ini? Jangan sampai kita hanya meminta
gaji lebih, tetapi kita gagal menunjukkan fakta dan data bahwa kita
layak naik gaji.
3. Kita harus mempersiapkan
kondisi psikologis dan mental kita. Sealin itu,
ketika berhadapan dengan atsan, kita harus tampil percaya diri apa pun
hasil yang nantinya akan kita peroleh, terutama jika usulan ditolak.
4. Sebelum pergi menghadap atasan untuk negosiasi gaji, lakukan survei terlebih dahulu
tentang range gaji di posisi tersebut diperusahaan tersebut atau perusahaan lainnya yang sejenis.
5.
Jangan tanyakan informasi tentang tunjangan. Adalakanya gajinya
standar, tetapi tujuangannya cukup besar dan itu sudah digabungkan
dalam gaji keseluruhan.
Berikut ini dalah 3 hal yang diharapkan oleh atasan kepada bawahan yang mereka miliki :
a. Kapabilitas yang baik dan sesuai kebutuhan perusahaan membuat kita menjadi aset yang penting bagi perusahaan.
b. Totalitas terhadap pekerjaan amat disukai oleh perusahaan dan atasan kita.
c. Asertivitas sangat diperlukan ketika berinteraksi dengan atasan.
Jika permintaan gaji diterima :
· Bersyukurlah
dan tunjukan prestasi kerja yang baik sema bekerja.
· Jauhi sifat sombong apalagi pamer kepada pegawai lain.
Jika permintaan gaji ditolak :
· Tetaplah bekerja dengan baik, jangan
terpengaruh secara negative dengan kondisi luar diri.
· Jangan pernah dendam pada atasan
· Terimalah dengan positif dan ingat bahwa satu-satunya pemberi rezeki kita hanyalah Allah.
C.
Menolak Pekerjaan
Beberapa tips untuk menolak suatu pekerjaan yang kita kerjakan terlalu berlebihan :
1. Melihat waktu dan kondisi yang tepat untuk mendiskusikan penolakan kepada atasan. Jangan menolak ketika atasan sedang tidak mood atau sendang uring-uringan.
1. Melihat waktu dan kondisi yang tepat untuk mendiskusikan penolakan kepada atasan. Jangan menolak ketika atasan sedang tidak mood atau sendang uring-uringan.
2. Anggap atasan sebagai partner kerja.
3. Jangan terlalu sering menolak karena penolakan yang
terlau sering akan menyebabkan kredibilitas kita turun di mata atasan.
Karena itu, berilah kesempatan kepada diri kita untuk mulai mencoba
tantangan kehidupan yang baru.
4. Ajukan alasan dan solusi jika kita menolak
pekerjaan yang diberikan.
5. Ucapkan terima kasih jika atasan memaklumi mengapa kita menolak pekerjaan yang diberikannya.
D. Cara Menolak Ajakan Nakal Atasan
Keamanan pegawai ditempat kerja adalah tanggung jawab perusahaan,
termasuk jaminan terhadap keselamatan pegawai ketika bekerja, apalagi
keamanan penjagaan diri dan hal-hal yang sangat privacy. Inilah beberapa
trik mengahadapi atsan yang tidak sopan dan
tidak bisa bersikap hormat pada wanita :
1. Sadari bahwa
diri kita amat penting dan kita harus bisa menjaga diri dari gangguan
orang lain ketika berada diluar rumah, termasuk atasan kita. Oleh karena
itu, kita harus berpakaian dengan sopan agar
tidak menimbulkan pikiran yang tidak-tidak terhadap orang lain.
2.
Bersikap sopanlah ketika mengingatkan atasan kita, jangan langsung
bersikap agresif dan frontal. Ingatlah bahwa memperbaiki kesalahan orang
lain dengan cara kasar
bisa membuat orang lain cepat sadar, malah semakin menjadi.
3. Laporkan kepada HRD atau orang terdekat dikantor yang bisa dipercaya.
4. Jika atasan meneruskan sikapnya, bersikaplah
lebih tegas. Sikap tegas perlu dilakukan jika atasan kita semakin menjadi-jadi dalam melakukan pelecahan seksual.
5. Siapkan alat untuk membela diri dengan menyediakan beberapa benda tajam sepserti gunting dan oben yang bisa dipakai
untuk membela diri jika atasan bersikap agresif dan memulai melakukan hal yang tidak-tidak.
6.
Jika atasan mengancam untuk melakukan PHK, kita berhak melaporkannya
kepada polisi karena mengancam untuk mmecat karyawan kepada polisi
karena mengancam untuk memecat karyawan dengan alasan menolak ketika
diperlakukan tidak hormat, termasuk pelanggaran hukum.
7. Jika kondisi makin parah, anda bis mempertimbangkan pengajuan resign/ pindah divisi apalagi jika kondisi
pelecahan seksual sangat mengancam walaupun sudah diselesaikan secara baik-baik atau kekeluargaan.
http://jendelasekretaris-metamutiara.123website.co.id/
http://jendelasekretaris-metamutiara.123website.co.id/
